Contoh Bisnis Angkringan Nasi Jinggo Ala Bali

Sejarah mencatat, nasi Jinggo pertama kali muncul di daerah Suci Denpasar, Bali sekitar tahun 1980 – an, dimana dimasa itu nasi Jinggo mudah dibeli pada sudut pasar Senggol Suci setiap malam mulai pukul 20.00 Wib, pembelinya adalah pekerja malam di kawasan wisata Kuta yang gemar berkerumun di sekitar penjual nasi Jinggo untuk menikmati sebungkus nasi Jinggo yang terkenal berasa pedas khas sambal Bali ini.

Nah, jika anda adalah orang baru di Bali, mungkin belum pernah mendengar yang namanya nasi Jinggo, nasi ini menyerupai nasi kucing di Jawa, yang membedakan adalah penyajian isinya, kalau nasi kucing berupa nasi putih yang dikepal bersama sambal (bisa sambal teri, oseng tempe, atau sambal goreng) sedangkan lauknya bisa anda pilih sendiri misalnya sate telur, sate usus, sate kerang, sate jamur, gorengan tempe/tahu, ayam dan lain – lain.

Kalau nasi Jinggo umumnya isinya sudah pasti yaitu nasi putih bersama suwiran ayam bumbu pedas, sambal terasi/sambal tomat, serundeng, dan mie goreng (ada pula yang memberi tambahan berupa kacang tanah goreng dengan sambal matah).

Baca Juga : 3 Ide Bisnis Rumahan Yang Menguntungkan Untuk Di Jalankan

Seiring perkembangan jaman, saat ini banyak ditemui nasi Jinggo dengan lauk yang semakin variatif. Selain menu utama Jinggo tersebut di atas, kini anda dapat menemukan tambahan lauk lainnya seperti telur dadar/balado telur dan ikan goreng plus sebungkus kerupuk.

Persamaan keduanya adalah berasa gurih dengan harga murah sehingga mudah meraup banyak konsumen, memiliki porsi yang tidak besar, dan mencerminkan makanan khas pulau Bali yang membuat pelancong penasaran ingin segera mencobanya.

Erat kaitannya dengan penjelasan di atas, meskipun nasi Jinggo terkenal sebagai jajanan Bali dengan menu sederhana, ternyata banyak wisatawan luar pulau hingga turis asing menggemari nasi Jinggo ini, mereka menyebutnya sebagai kuliner khas Bali yang murah, enak, dan sehat karena rasa pedas dari sambal di dalamnya.

Untuk anda yang ingin menekuni bisnis angkringan nasi Jinggo ala Bali, perlu memperhatikan keotentikan nasi Jinggo, sehingga calon pembeli tidak merasa tertipu saat membeli nasi Jinggo kreasi anda.

Di bawah ini kami berikan menu nasi Jinggo ala Bali, bisa anda contoh untuk nanti dipraktekkan membuka usaha angkringan nasi Jinggo Bali :

Nasi Jinggo Biasa

Nasi Jinggo biasanya dibungkus dengan memakai daun pisang yang segar sehingga nasi yang terbungkus di dalamnya beraroma wangi daun pisang, harganya murah meriah yaitu berkisar mulai dari Rp. 5000,- saja hingga Rp. 10.000, ada yang dijual menyerupai konsep nasi kucing yaitu angkringan yang buka mulai malam hari.

Menu nasi Jinggo adalah mie goreng, opor ayam suwir, tempe goreng kering, telur dadar, sambal terasi pedas, telur balado, tempe atau tahu bumbu sambal tomat yang digoreng. Bisa ditambahkan sebungkus kerupuk.

Porsi nasi Jinggo yang dijajakan di Bali pada umumnya dibuat kecil oleh penjualnya karena memang sengaja dijual dengan porsi sedikit agar pembeli dapat menambah membeli beberapa bungkus nasi jinggo untuk mengenyangkan perut mereka atau buat oleh – oleh untuk keluarga.

Sehingga menguntungkan kedua belah pihak, si pembeli mendapatkan nasi Jinggo lezat dengan harga murah, sedangkan si penjual laris menjajakan makanannya. Demikian informasi dari kami, selamat mencoba !

Baca Juga : 5 Sikap Yang Harus Di Miliki Bila Ingin Menjadi Pengusaha Sukses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *